twitter



pcya gg pcya .
siap gg siap .
tryta hare ne dtg jg .
dgn smw ktdak siapn gua .
ha .
ap la rncna ALLAH itu .
gg ngrti gua . yg ni la yg tu la .
tp gua ttp brskur seh . 
next ...
met uLtah bwt ssok inspirat0r hdup gua "ENDA UNGU"
m0ga lo ttp bs brkreasi ngsih inspirasi bwt orang" yg btuh ky gua ..
moga dgn ksuksesan lo ,lo bs makin brsyukur akan semua yg DIa KSIH K.
lo n dgn tu iman lo bs lebih kuat lagi ..
n yg pasti moga lo bisa bahagia dunia akherat dgn orang" yg lo saayang .
amien '


hmm .
di ultah lo taun ne , mgkin gg da yg bisa gua prsembahin ke lo , gg sprti taun" yg dah lewat .
tp sekarang , gua lebih pnya banyak pengalaman ,
yg tu merupakan sesuatu yg menunjukan alo gua emang terinspirasi dari lo .

gua cuma punya itu di taun ne ,
tp menurut gua tu udah lebih dari apapun .


hmmm .
bner" pengalaman yg gg bakal gua lupain .
n gua pengen suatu saat nti , semua nya bisa gua ceritain ke lo .
yahh alo gua emang diijinin ketemu sama lo .
hidup gua inspirasi gua .

thanks kak enda .
med ultahhh .
thanks GOD for your gift ... !!!

Selengkapnya...



Sebelum dapat mengkoneksikan 2 PC menggunakan kabel crossing ada beberapa hal yang dibutuhkan diantaranya :
- Tang kerimping
- 2 buah RG 45
- Kabel UTP 5e dengan panjang secukupnya, sesuai dengan selera anda
- 2 buah PC yang akan dikoneksikan.

Pertama lepaskan shield kabel ( pelindung kabel biasanya bewarna abu -abu ) beberapa centimeter ( 2 cm), dengan memotong shield tersebut menggunakan tang kerimping, kemudian lurus-luruskan kabel-kabel yang berwarna-warni tersebut, kemudian urutkan kabel berdasarkan pewarnaannya di salah satu ujung kabel UTP tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut :


Selengkapnya...


Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch
menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.



Lebih detailnya, lihat gambar berikut :


Penggunaan kabel straight :
menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa

Kabel crossover
Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.



Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.

Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.

Penggunaan kabel crossover :
menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
menghubungkan komputer ke port uplink Switch
menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch

Port biasa VS Port uplink
Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.



Sumber : http://zaduna.blogspot.com/2008/11/perbedaan-antara-kabel-straight-dan.html
Selengkapnya...


Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI


Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Model OSI terdiri dari 7 layer :

* Application
* Presentation
* Session
* Transport
* Network
* Data Link
* Physical


Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.


Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.
Selengkapnya...


Tahukah anda bahwa gangguan pada komputer tidak saja disebabkan oleh kerusakan atau kesalahan teknis pada piranti keras dan piranti lunak. Virus dan Spyware adalah gangguan pada komputer yang disebabkan oleh pihak eksternal dengan tujuan yang beragam seperti untuk mencuri data-data anda, merusak hardware anda, menghapus file, menghilangkan fungsi tertentu, mengambil alih kontrol pada komputer anda dan lain sebagainya. Yang pasti sangat langka atau mungkin tidak ada virus dan spyware yang membawa kuntungan pada komputer yang terinfeksi.

Virus dan spyware komputer bisa menyerang komputer anda baik yang sering online maupun yang tidak pernah online ke internet sekalipun. Komputer yang dihubungkan dengan disket atau usb flash disk pun bisa tertular dari software yang diinstall apabila tidak hati-hati. Jika telah terinfeksi suatu virus atau spyware yang hanya aktif bila komputer terhubung dengan internet, maka si virus atau spyware akan aktif ketika komputer sedang online.

Berikut ini adalah berbagai tindak pencegahan dan perbaikan pada komputer yang terkena virus atau spyware baik yang ringan maupun yang tingkat berat.

A. Pencegahan Agar Komputer Terhindar Virus dan Spyware

1. Hati-hati pada Attachment Email Anda
Jangan membuka file attachment pada email yang anda terima walaupun dari orang yang anda kenal jika attachment tersebut mengandung file program dengan extension atau akhiran .exe, .pif, .bat, dan lain sebagainya. Baca dengan teliti email yang dikirim, apakah gaya e-mail sama dengan yang biasa dikirim. Terkadang email yang anda terima berasal dari orang sunda, tapi menggunakan bahasa inggris, rusia, cina, dll pada emailnya.

2. Pasang / Install Software Keamanan Yang Terbaru
Pastikan komputer anda terinstall 3 jenis software keamanan utama dan terpasang dengan setting yang otomatis mengamankan komputer anda tanpa anda harus nyalakan terlebih dahulu. Mereka adalah anti virus untuk menangkal virus, anti spyware untuk menangkal spyware, dan firewall untuk menangkal serta memblokir serangan hacker serta koneksi dari luar. Untuk yang versi gratis dan bermutu bagus anda bisa menggunakan AVG antivirus untuk anti virus, Ad-Aware untuk antri spyware dan Zone Alarm untuk program firewall. Pastikan kesemuanya update / sudah terupdate dengan definition dan patch terbaru yang memperkecil peluang virus dan spyware varian baru melakukan infeksi pada komputer pc atau laptop anda. Jangan lupa pula untuk menjalankan scan pada komputer anda secara berkala untuk membunuh virus dan spyware yang baru menginfeksi.

3. Jangan Gegabah Menginstall Software
Hati-hati terhadap software yang anda isntall baik yang anda beli dari cd bajakan di toko-toko cd, dari download di internet, dari teman, dan lain sebagainya. Virus maupun spyware bisa saja bersembunyi pada program yang anda pasang tanpa anda sadari. Biasakanlah untuk membackup semua file penting anda secara berkala pada flash drive, cd atau dvd agar bila terjadi sesuatu hal yang fatal anda tidak akan kehilangan data anda.

4. Awasi User / Orang Lain Yang Memakai Komputer Anda
Jika komputer anda dipakai oleh orang lain, pastikan dia tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan komputer anda. Anda dapat membuat account khusus untuk tamu / guest dengan batasan-batasan tertentu yang anda dapat seting sendiri. Seseorang yang mungkin tidak anda duga bisa saja menginstall program, mencolokkan usb atau memasukkan disket yang mengandung virus atau spyware. Bahkan bisa juga memasang dengan sengaja software mata-mata untuk merekam segala aktifitas anda dan password yang biasa anda gunakan.

5. Waspada Selalu
Jika anda merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada komputer anda segera putuskan dan cabut sambungan ke koneksi internet ataupun jaringan network lan. Kemudian jalankan anti virus, anti spyware dan cek firewall apakah sudah berjalan dengan baik dan semestinya. Apabila anda mendapatkan pertanyaan untuk menginstall software dari situs yang tidak jelas tolaklah mentah-mentah. Ikuti perkembangan update patch atau tambalan lubang keamanan pada setiap software yang terpasang dan mendapatkan access internet pada program firewall anda.

B. Perbaikan Komputer Yang Terinfeksi Virus dan Spyware

1. Matikan Internet dan File Sharing Jaringan Network
Jika komputer anda terhubung dengan jaringan lokal atau internet segera putuskan dan cabut bila perlu untuk memastikan 100% anda benar-benar tidak terkoneksi. Terkadang virus dan spyware memanipulasi komputer anda sehingga seolah-olah anda sudah tidak terhubung lagi dengan jaringan luar.

2. Update dan Scan
Langkah pertama untuk perbaikan jika anda merasa ragu-ragu ataupun merasa yakin bahwa komputer anda terserang virs atau spyware adalah melakukan update. Update dapat dilakukan baik melalui download internet maupun secara offline jika anda memiliki filenya dari orang lain. Setelah terupdate dengan definition yang baru maka anda sebaiknya langsung melakukan scanning untuk segera menyingkirkan virus yang ditemukan.

3. Aktif Pada Komunitas Mailing List / Forum Tentang Keamanan Komputer
Semakin anda banyak bergabung dengan komunitas komputer, maka semakin banyak orang yang akan membantu anda jika anda sedang dalam masalah. Jangan takut dan ragu untuk menanyakan masalah yang anda hadapi biarpun masalah itu sepele. Gunakan nama samaran jika perlu. Di luar sana terdapat banyak orang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan anda. Di samping itu anda mungkin akan mendapatkan tips jalan pintas, solusi, saran, dan sebagainya dari komunitas tersebut. Biasanya virus dan spyware yang terbaru juga dibahas pada komunitas tersebut.

4. Format Harddisk Jika Tidak Ada Jalan Keluar
Jika semua cara telah anda jalani dan tidak ada yang memberikan solusi yang memuaskan anda dapat mengambil jalan pintas terakhir, yaitu dengan memformat ulang hard disk anda. Pastikan data yang penting bagi anda sudah ada cadangannya pada medium lain yang tidak terinfeksi virus, spywre serta program jahat lainnya. Kemudian format hard drive anda dan install os dan prgram aplikasi yang biasa anda pakai. Setelah semua ok, maka copy kembali file-file penting anda pada komputer yang fresh tersebut.

5. Belajar Dari Kesalahan
Buka mata anda ketika menghadapi suatu persoalan dan pelajari dengan baik, karena tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan yang sama akan timbul dengan kuantitas yang lebih besar. Belajar tidak hanya dari masalah anda sendiri tetapi juga masalah orang lain bahkan yang anda tidak kenal sekali pun.
Selengkapnya...


29 November 2008

Langkah-langkah menginstall Operating System

1. Hidupkan Komputer lalu pada waktu booting tekan Delete, untuk masuk ke BIOS
2. Pada BIOS pilih Advance Setup, kemudian tekan Enter
3. Setelah itu akan muncul tampilan layar untuk beberapa pilihan. Pada 1st boot kita pilih CD-ROM, kemudian pada 2nd boot kita pilih Harddisk lalu pada 3rd pilih floppy disk

4. Kemudian tekan F10 untuk menyimpan dan me-restart computer, kemudian masukkan CD instalasi Windows ke dalam CD-ROM.
5. Lalu proses booting akan berjalan dari CD-ROM, tekan sembarang tombol pada keyboard agar proses instalasi dapat berjalan.
6. Lalu akan muncul tampilan layar Windows XP Professional Setup, dan terdapat beberapa pilihan sebagai berikut: a. Untuk menginstallisasi tekan Enter
b. Untuk merepair tekan R
c. Untuk keluar tekan F3
Jadi karena kita mau menginstall kita tekan Enter
7. Setelah itu akan muncul tampilan layar Windows XP Licensing Agreement, kemudian baca persyaratan tersebut. Jika setuju tekan F8
8. Kemudian akan muncul layar tampilan untuk memformat /mempartisi harddisk anda.
9. Apabila computer yang kita install partisi harddisk masih mau seperti yang lama kita tekan Enter, tapi kalau ingin membuat partisi baru kita harus menghapus partisi-partisi yang lama.
10. Untuk menghapus partisi kita tekan D, lalu akan muncul layar tampilan kembali apakah benar-benar ingin menghapus partisi tersebut, Jika ya tekan L. lanjutkan sampai semua partisi terhapus semua.
11. Kemudian karena semua partisi sudah terhapus berarti kita harus membuat partisi kembali, yaitu dengan cara tekan C, kemudian akan muncul layar tampilan untuk mengisi seberapa besar kapasitas partisi yang kita buat. Isi sesuai dengan keinginan anda. Lalu lanjutkan dengan cara yang sama kembali, tapi ingat pembagian partisi harus sesuai dengan kapasitas harddisk anda.
12. Setelah anda mempartisi harddisk anda pilih lah dimana anda akan menaruh system Windows anda, misalkan anda ingin menaruh di C berarti Anda tekan Enter di pilihan C.
13. Kemudian akan ada tampilan layar memformat partisi Anda, pilihlah “Format the partition using the NTFS file system (quick)”. Kemudian tekan Enter. Lalu tunggulah beberapa saat.
14. Setelah proses format selesai computer Anda akan otomatis me-restart sendirinya.
15. Ketika computer me-restart jangan tekan tombol apapun .
16. Kemudian akan muncul tampilan proses Installing Windows. Disana pun terdapat perkiraan waktu installasi selesai. Jadi tunggulah beberapa saat
17. Setelah itu akan muncul menu pilihan untuk memilih bahasa, penanggalan dan mata uang pada system. Apabila Anda ingin mengaturnya klik Customize, disana terdapat beberapa macam bahasa, pilihlah sesuai pilihan Anda missal bahasanya ‘Indonesia”. Tapi apabila ingin mengaturnya setelah Windows terinstall kilik Next>.
18. Kemudian terdapat tampilan layar Personalize your software. Disana Anda harus mengisi Nama dan Organisasi Anda. Setelah selesai klik Next>.
19. Setelah itu akan muncul tampilan layar untuk mengisi product key Anda . Disana Anda harus megisi product key yang terdapat pada kotak CD Windows anda. Setelah selesai klik Next>.
20. Kemudian akan muncul tampilan layar tentang nama computer anda dan password, namun jika anda tak ingin memberi password juga tidak apa-apa. Setelah itu klik Next>.
21. Setelah itu akan muncul tampilan layar tentang pemberian tanggal dan waktu yang harus disesuaikan dengan wilayah kita. Setelah diatur tekan Next>. Misal karena kita tinggal di Indonesia pilih GMT+7.00, Bangkok,Hanoi,Jakarta)
22. Kemudian akan muncul tampilan layar jaringan atau network setting. Disana kita pilih saja Typical Settings. Setelah itu klik Next>.
Selengkapnya...


LANGKAH-LANGKAH MERAKIT KOMPUTER

1. Letakkan mother board di tempat yg aman dan datar.
2. Pasang processor pada mobo.
3. Pasang RAM di tempat yg sudah disediakan.
4. Siapkan casing untuk pemasangan mobo.
5. Pada casing, terdapat beberapa titik yg berfungsi untuk pemasangan baut.Pamasangan baut harus sesuai dengan tempatnya.

6. Masukan mobo pada casing secara perlahan.
7. Kemudian pasanglah baut yg disediakan pada mobo.
8. Pasang dan kencangkan baut pada mobo.
9. Pasang konektor power supply pada tempatnya pada mobo.
10. Pasanglah VGA card pada slot ekspansi yang sesuai.
11. Pasang baut dari VGA tersebut.
12. Pasang network card pada slot yg sesuai dan kencangkan bautnya.
13. Pasang hard disk pada casing.
14. Pasang 4 baut penahan hard disk pada rangka casing.
15. Masukan CD-Rom pada casing.
16. Pasanglah baut CD-Rom pada bagian kiri dan kanan casing.
17. Pasanglah floppy disk pada rangka casing.
18. Pasanglah baut FDD yang telah di persiapkan.
19. Setting jumper pada hard disk dan CD-Rom.
20. Pasang kabel data pada hard disk dan CD-Rom.
21. Pasang juga kabel power pada hard disk dan CD-Rom.
22. Pasanglah kabel data an power untuk floppy disk drive.
23. Pasanglah seluruh kabel data pada mobo.
24. Pasang kabel switch, speaker, hdd led dan power led pada mobo.
25. Pasanglah keyboard, mouse, data monitor, power monitor dan kabel power pada bagian belakang casing sesuai konektor masing-masing.
26. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan computer.
Selengkapnya...