Tahukah anda bahwa gangguan pada komputer tidak saja disebabkan oleh kerusakan atau kesalahan teknis pada piranti keras dan piranti lunak. Virus dan Spyware adalah gangguan pada komputer yang disebabkan oleh pihak eksternal dengan tujuan yang beragam seperti untuk mencuri data-data anda, merusak hardware anda, menghapus file, menghilangkan fungsi tertentu, mengambil alih kontrol pada komputer anda dan lain sebagainya. Yang pasti sangat langka atau mungkin tidak ada virus dan spyware yang membawa kuntungan pada komputer yang terinfeksi.
Virus dan spyware komputer bisa menyerang komputer anda baik yang sering online maupun yang tidak pernah online ke internet sekalipun. Komputer yang dihubungkan dengan disket atau usb flash disk pun bisa tertular dari software yang diinstall apabila tidak hati-hati. Jika telah terinfeksi suatu virus atau spyware yang hanya aktif bila komputer terhubung dengan internet, maka si virus atau spyware akan aktif ketika komputer sedang online.
Berikut ini adalah berbagai tindak pencegahan dan perbaikan pada komputer yang terkena virus atau spyware baik yang ringan maupun yang tingkat berat.
A. Pencegahan Agar Komputer Terhindar Virus dan Spyware
1. Hati-hati pada Attachment Email Anda
Jangan membuka file attachment pada email yang anda terima walaupun dari orang yang anda kenal jika attachment tersebut mengandung file program dengan extension atau akhiran .exe, .pif, .bat, dan lain sebagainya. Baca dengan teliti email yang dikirim, apakah gaya e-mail sama dengan yang biasa dikirim. Terkadang email yang anda terima berasal dari orang sunda, tapi menggunakan bahasa inggris, rusia, cina, dll pada emailnya.
2. Pasang / Install Software Keamanan Yang Terbaru
Pastikan komputer anda terinstall 3 jenis software keamanan utama dan terpasang dengan setting yang otomatis mengamankan komputer anda tanpa anda harus nyalakan terlebih dahulu. Mereka adalah anti virus untuk menangkal virus, anti spyware untuk menangkal spyware, dan firewall untuk menangkal serta memblokir serangan hacker serta koneksi dari luar. Untuk yang versi gratis dan bermutu bagus anda bisa menggunakan AVG antivirus untuk anti virus, Ad-Aware untuk antri spyware dan Zone Alarm untuk program firewall. Pastikan kesemuanya update / sudah terupdate dengan definition dan patch terbaru yang memperkecil peluang virus dan spyware varian baru melakukan infeksi pada komputer pc atau laptop anda. Jangan lupa pula untuk menjalankan scan pada komputer anda secara berkala untuk membunuh virus dan spyware yang baru menginfeksi.
3. Jangan Gegabah Menginstall Software
Hati-hati terhadap software yang anda isntall baik yang anda beli dari cd bajakan di toko-toko cd, dari download di internet, dari teman, dan lain sebagainya. Virus maupun spyware bisa saja bersembunyi pada program yang anda pasang tanpa anda sadari. Biasakanlah untuk membackup semua file penting anda secara berkala pada flash drive, cd atau dvd agar bila terjadi sesuatu hal yang fatal anda tidak akan kehilangan data anda.
4. Awasi User / Orang Lain Yang Memakai Komputer Anda
Jika komputer anda dipakai oleh orang lain, pastikan dia tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan komputer anda. Anda dapat membuat account khusus untuk tamu / guest dengan batasan-batasan tertentu yang anda dapat seting sendiri. Seseorang yang mungkin tidak anda duga bisa saja menginstall program, mencolokkan usb atau memasukkan disket yang mengandung virus atau spyware. Bahkan bisa juga memasang dengan sengaja software mata-mata untuk merekam segala aktifitas anda dan password yang biasa anda gunakan.
5. Waspada Selalu
Jika anda merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada komputer anda segera putuskan dan cabut sambungan ke koneksi internet ataupun jaringan network lan. Kemudian jalankan anti virus, anti spyware dan cek firewall apakah sudah berjalan dengan baik dan semestinya. Apabila anda mendapatkan pertanyaan untuk menginstall software dari situs yang tidak jelas tolaklah mentah-mentah. Ikuti perkembangan update patch atau tambalan lubang keamanan pada setiap software yang terpasang dan mendapatkan access internet pada program firewall anda.
B. Perbaikan Komputer Yang Terinfeksi Virus dan Spyware
1. Matikan Internet dan File Sharing Jaringan Network
Jika komputer anda terhubung dengan jaringan lokal atau internet segera putuskan dan cabut bila perlu untuk memastikan 100% anda benar-benar tidak terkoneksi. Terkadang virus dan spyware memanipulasi komputer anda sehingga seolah-olah anda sudah tidak terhubung lagi dengan jaringan luar.
2. Update dan Scan
Langkah pertama untuk perbaikan jika anda merasa ragu-ragu ataupun merasa yakin bahwa komputer anda terserang virs atau spyware adalah melakukan update. Update dapat dilakukan baik melalui download internet maupun secara offline jika anda memiliki filenya dari orang lain. Setelah terupdate dengan definition yang baru maka anda sebaiknya langsung melakukan scanning untuk segera menyingkirkan virus yang ditemukan.
3. Aktif Pada Komunitas Mailing List / Forum Tentang Keamanan Komputer
Semakin anda banyak bergabung dengan komunitas komputer, maka semakin banyak orang yang akan membantu anda jika anda sedang dalam masalah. Jangan takut dan ragu untuk menanyakan masalah yang anda hadapi biarpun masalah itu sepele. Gunakan nama samaran jika perlu. Di luar sana terdapat banyak orang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan anda. Di samping itu anda mungkin akan mendapatkan tips jalan pintas, solusi, saran, dan sebagainya dari komunitas tersebut. Biasanya virus dan spyware yang terbaru juga dibahas pada komunitas tersebut.
4. Format Harddisk Jika Tidak Ada Jalan Keluar
Jika semua cara telah anda jalani dan tidak ada yang memberikan solusi yang memuaskan anda dapat mengambil jalan pintas terakhir, yaitu dengan memformat ulang hard disk anda. Pastikan data yang penting bagi anda sudah ada cadangannya pada medium lain yang tidak terinfeksi virus, spywre serta program jahat lainnya. Kemudian format hard drive anda dan install os dan prgram aplikasi yang biasa anda pakai. Setelah semua ok, maka copy kembali file-file penting anda pada komputer yang fresh tersebut.
5. Belajar Dari Kesalahan
Buka mata anda ketika menghadapi suatu persoalan dan pelajari dengan baik, karena tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan yang sama akan timbul dengan kuantitas yang lebih besar. Belajar tidak hanya dari masalah anda sendiri tetapi juga masalah orang lain bahkan yang anda tidak kenal sekali pun.
Selengkapnya...
1 komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
29 November 2008
Langkah-langkah menginstall Operating System
1. Hidupkan Komputer lalu pada waktu booting tekan Delete, untuk masuk ke BIOS
2. Pada BIOS pilih Advance Setup, kemudian tekan Enter
3. Setelah itu akan muncul tampilan layar untuk beberapa pilihan. Pada 1st boot kita pilih CD-ROM, kemudian pada 2nd boot kita pilih Harddisk lalu pada 3rd pilih floppy disk
4. Kemudian tekan F10 untuk menyimpan dan me-restart computer, kemudian masukkan CD instalasi Windows ke dalam CD-ROM.
5. Lalu proses booting akan berjalan dari CD-ROM, tekan sembarang tombol pada keyboard agar proses instalasi dapat berjalan.
6. Lalu akan muncul tampilan layar Windows XP Professional Setup, dan terdapat beberapa pilihan sebagai berikut: a. Untuk menginstallisasi tekan Enter
b. Untuk merepair tekan R
c. Untuk keluar tekan F3
Jadi karena kita mau menginstall kita tekan Enter
7. Setelah itu akan muncul tampilan layar Windows XP Licensing Agreement, kemudian baca persyaratan tersebut. Jika setuju tekan F8
8. Kemudian akan muncul layar tampilan untuk memformat /mempartisi harddisk anda.
9. Apabila computer yang kita install partisi harddisk masih mau seperti yang lama kita tekan Enter, tapi kalau ingin membuat partisi baru kita harus menghapus partisi-partisi yang lama.
10. Untuk menghapus partisi kita tekan D, lalu akan muncul layar tampilan kembali apakah benar-benar ingin menghapus partisi tersebut, Jika ya tekan L. lanjutkan sampai semua partisi terhapus semua.
11. Kemudian karena semua partisi sudah terhapus berarti kita harus membuat partisi kembali, yaitu dengan cara tekan C, kemudian akan muncul layar tampilan untuk mengisi seberapa besar kapasitas partisi yang kita buat. Isi sesuai dengan keinginan anda. Lalu lanjutkan dengan cara yang sama kembali, tapi ingat pembagian partisi harus sesuai dengan kapasitas harddisk anda.
12. Setelah anda mempartisi harddisk anda pilih lah dimana anda akan menaruh system Windows anda, misalkan anda ingin menaruh di C berarti Anda tekan Enter di pilihan C.
13. Kemudian akan ada tampilan layar memformat partisi Anda, pilihlah “Format the partition using the NTFS file system (quick)”. Kemudian tekan Enter. Lalu tunggulah beberapa saat.
14. Setelah proses format selesai computer Anda akan otomatis me-restart sendirinya.
15. Ketika computer me-restart jangan tekan tombol apapun .
16. Kemudian akan muncul tampilan proses Installing Windows. Disana pun terdapat perkiraan waktu installasi selesai. Jadi tunggulah beberapa saat
17. Setelah itu akan muncul menu pilihan untuk memilih bahasa, penanggalan dan mata uang pada system. Apabila Anda ingin mengaturnya klik Customize, disana terdapat beberapa macam bahasa, pilihlah sesuai pilihan Anda missal bahasanya ‘Indonesia”. Tapi apabila ingin mengaturnya setelah Windows terinstall kilik Next>.
18. Kemudian terdapat tampilan layar Personalize your software. Disana Anda harus mengisi Nama dan Organisasi Anda. Setelah selesai klik Next>.
19. Setelah itu akan muncul tampilan layar untuk mengisi product key Anda . Disana Anda harus megisi product key yang terdapat pada kotak CD Windows anda. Setelah selesai klik Next>.
20. Kemudian akan muncul tampilan layar tentang nama computer anda dan password, namun jika anda tak ingin memberi password juga tidak apa-apa. Setelah itu klik Next>.
21. Setelah itu akan muncul tampilan layar tentang pemberian tanggal dan waktu yang harus disesuaikan dengan wilayah kita. Setelah diatur tekan Next>. Misal karena kita tinggal di Indonesia pilih GMT+7.00, Bangkok,Hanoi,Jakarta)
22. Kemudian akan muncul tampilan layar jaringan atau network setting. Disana kita pilih saja Typical Settings. Setelah itu klik Next>.
Selengkapnya...
0
komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
LANGKAH-LANGKAH MERAKIT KOMPUTER
1. Letakkan mother board di tempat yg aman dan datar.
2. Pasang processor pada mobo.
3. Pasang RAM di tempat yg sudah disediakan.
4. Siapkan casing untuk pemasangan mobo.
5. Pada casing, terdapat beberapa titik yg berfungsi untuk pemasangan baut.Pamasangan baut harus sesuai dengan tempatnya.
6. Masukan mobo pada casing secara perlahan.
7. Kemudian pasanglah baut yg disediakan pada mobo.
8. Pasang dan kencangkan baut pada mobo.
9. Pasang konektor power supply pada tempatnya pada mobo.
10. Pasanglah VGA card pada slot ekspansi yang sesuai.
11. Pasang baut dari VGA tersebut.
12. Pasang network card pada slot yg sesuai dan kencangkan bautnya.
13. Pasang hard disk pada casing.
14. Pasang 4 baut penahan hard disk pada rangka casing.
15. Masukan CD-Rom pada casing.
16. Pasanglah baut CD-Rom pada bagian kiri dan kanan casing.
17. Pasanglah floppy disk pada rangka casing.
18. Pasanglah baut FDD yang telah di persiapkan.
19. Setting jumper pada hard disk dan CD-Rom.
20. Pasang kabel data pada hard disk dan CD-Rom.
21. Pasang juga kabel power pada hard disk dan CD-Rom.
22. Pasanglah kabel data an power untuk floppy disk drive.
23. Pasanglah seluruh kabel data pada mobo.
24. Pasang kabel switch, speaker, hdd led dan power led pada mobo.
25. Pasanglah keyboard, mouse, data monitor, power monitor dan kabel power pada bagian belakang casing sesuai konektor masing-masing.
26. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan computer.
Selengkapnya...
0
komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
Setting Jumper pada Motherboard
Di dalam sebuah motherboard kita dapat menemukan banyak sekali jumper-jumper yang fungsinya cukup beragam. Pada bagian ini kita membahas mengenai jumper yang fungsinya mengeset besarnya clock prosesor yang digunakan. Jika kita melihat tampilan kecepatan clock prosesor kita pada saat booting, maka informasi tersebut bukan berasal dari si prosesor melainkan dari motherboard yang telah kita setting jumpernya. Dalam hal ini jumper yang kita gunakan adalah jumper setting FSB(Front Side Bus) dan jumper Ratio/Multiplier/Perkalian. Bentuk, letak, dan kode jumper tadi sangat beragam tergantung jenis motherboard.
Bus Clock/Front Side Bus(FSB)/Frequensi menunjukan besarnya frequensi kecepatan tranfer pada lalu lintas data di bus data pada motherboard, dan digunakan satuan Mhz. Contoh: 55Mhz, 66Mhz, 100Mhz, 133Mhz dsb.
Ratio/Multiplier/Frequensi merupakan faktor pengali atau perbandingan antara kecepatan tranfer data pada prosesor dengan kecepatan tranfer data pada bus data motherboard. Contoh: 1X, 2X, 2,5X dsb.
Prosesor ID = Bus Clock X Ratio
Dengan rumus di atas maka kita mendapatkan besarnya Prosesor ID atau kecepatan nyata prosesor dalam beroperasi. Dalam penentuan Prosesor ID ini, diusahakan sebisa mungkin digunakan Nilai FSB yang paling besar karena parameter ini menentukan kecepatan motherboard dalam transfer data. Penetuan Prosesor ID ini sifatnya coba-coba, jadi tidak ada parameter yang pasti untuk digunakan, jadi kita harus menetes kestabilan komputer pada beberapa settingan kita sehingga didapatkan hasil yang optimal. Jika terjadi kesalahan yang mengakibatkan komputer tidak bekerja secara stabil kita jangan ragu untuk mengubah konfigurasi paramater dan hal tersebut tidak akan merusak prosesor atau motherboard. Perlu dicatat bahwa setting jumper dibatasi oleh kemampuan kerja dari motherboard dan prosesor yang digunakan.
Tabel keterangan mengenai jumper FSB dan Multiplier biasanya kita dapatkan pada badan Motherboard atau buku manualnya.
Contoh Penerapan : Kita membeli Prosesor PI 200 Mhz dan motherboard yang memiliki tabel keterangan jumper FSB dan Ratio sebagai berikut :
JP 1 FSB
1-2 25 Mhz
1-3 50Mhz
2-3 100 Mhz
JP 2 Ratio
1-2 2 X
1-3 2,5 X
2-3 4 X
Untuk mendapatkan Prosesor ID, kita memiliki dua buah alternatif konfigurasi sebagai berikut :
FSB X Ratio = Prosesor ID
1. 100Mhz X 2 = 200 Mhz
2. 50Mhz X 4 = 200 Mhz
Kita harus memilih nilai FSB terbesar, sehingga kita akan memilih alternatif pertama yaitu dengan menghubungkan pin 2-3 pada Jumper JP1 dan menghubungkan pin 1-2 pada JP2. Jika konfigurasi ini tidak stabil, maka kita dapat memilih alternatif kedua.
Pada beberapa motherboard terbaru, setting clock prosesor ini dilakukan tanpa jumper atau jumperless, dimana kita melakukan settingan di dalam BIOS. Settingan ini biasanya tidak bisa melampaui kemampuan prosesor dan motherboard sehingga jarang sekali terjadi kesalahan setting.
Kesalahan setting jumper ditandai dengan gejala sebagai berikut :
- Komputer tiba-tiba hang saat digunakan untuk program yang cukup berat.
- Pada saat booting, tidak ada tampilan yang muncul (blank).
- Tampilan besarnya Clock Prosesor saat booting tidak sesuai dengan besarnya settingan kita.
Selengkapnya...
0
komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
Kerusakan-Kerusakan Pada Printer
________________________________________
Perkembangan industri printer pada hari-hari terakhir memaksa kita untuk lebih serius mempelajari karakter-karakter printer terbaru sehingga gangguan-gangguan pada penggunaan printer yang diakibatkan oleh modifikasi ataupun hal-hal yang lain dapat kita cermati dan kemudian dapat kita berikan jalan keluar terbaik, berikut ini kami akan memberikan sedikit paparan tentang kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada printer inkjet dan tentunya yang kami sampaikan ini tidak lengkap dan jauh dari kesempurnaan, tapi kami berharap bisa bermanfaat, bagi kita para pengguna printer inkjet.
Permasalahan Pada Printer Inkjet
Pada printer Canon, Epson, HP, dan Inkjet semua type, jumlah pencetakannya akan selalu diakumulasikan hingga batas tertentu. Bila sudah mencapai batas yang ditetapkan, maka akan Overload dengan ditandai lampu LED menyala secara bergantian atau disebut dengan BLINKING dan bahkan mati total, jika hal ini terjadi, maka mau tidak mau printer harus dibawa ke service center. Hal ini tidak masalah jika rumah kita dekat. Lalu bagaimana jika Rumah Kita Di Luar Kota atau bahkan di Luar Pulau? Solusinya kita harus menservice sendiri printer kita, syaratnya harus punya software RESETTER dan trik bagaimana meresetnya. Dengan Software ini anda juga bisa membuka service Printer di rumah, dan pasti akan menjadi salah satu sumber uang.
Kenapa Blinking?
Sehabis proses head cleaning printer Anda tidak bisa nge-print? Tombol power dan tombol error menyala terus alias BLINKING. Jangan salahkan siapapun! Itu karena protection counter yang sedang menyelamatkan printer Anda, maksudnya protection counter tersebut memberitahu Anda bahwa tinta buangan dalam tangki penampungan sudah penuh.
Jika saja protection counter ini tidak memberitahu Anda maka tangki tinta pembuangan akan terus terisi ketika melakukan proses head cleaning dan penuh hingga membanjiri printer Anda dan kemungkinan printer Anda akan rusak total. Jadi akibat hal tersebut printer Anda tidak berfungsi dan tangki penampungannya harus di bersihkan/dikosongkan dahulu. Setelah itu Anda harus me-reset protection counter dengan bantuan software khusus.
Sayang sekali software untuk me-reset protection counter-nya tidak diberikan dalam paket penjualan printernya. Mungkin karena untuk mengganti/membersihkan tangki tinta penampungan membutuhkan skill teknisi. Memang, sedikitnya tangan Anda akan terciprat tinta tapi itu tidak masalah bukan? Tapi jika Anda tidak ingin terciprat tinta, sebaiknya Anda membawa printer Anda ke Service Center, jangan lupa membawa uang service sekitar Rp. 50.000,- plus ongkos jalan Anda! Dan rutinitas ini biasanya dilakukan 1 - 2 kali setahun tergantung pemakaian Anda!
Proses terjadinya blinking…
Printer Inkjet pada semua tipe, memiliki sensor untuk menghitung berapa jumlah kertas yang telah tercetak dan hal ini akan terus diakumuiasikan hingga mencapai batas yang
telah ditetapkan oleh masing-masing vendor printer. Apabila batas tersebut telah tercapai maka akan terjadi overload dengan ciri-ciri lampu
akan berkedip bergantian (merah-kuning, atau hijau-oranye) kejadian ini disebut dengan Blinking.
Sebenarnya Blinking maupun waste ink sebagai counter (penghitung) dimana kegunaan counter ini adalah untuk prepare jangan sampai limbah tinta di dalam printernya melebihi kapasitas busa / padnya (waste pad) sehingga kepenuhan dan luber, kalau sudah luber malah kotor dan bisa merembes ke part yang lain.
__________________
Selengkapnya...
0
komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
LAPORAN
1.SETTING BIOS
langkah 1
hubungkan monitor,keyboard,mouse dan perangkat lain.lalu hidupkan komputer
Langkah 2
tekan tombol delete pada keyboard untuk masuk bios
Langkah 3
selanjutnya pilih advance setup lalu pilih ke first BOOT ke CD-Rom
Langkah 4
selanjutnya pilih save and exit setup
pada saat komputer merestart masukan CD-OS
2. INSTALL WINDOWS XP
Langkah 1
pada saat cd windows dimasukan maka setelah beberapa detik komputer akan berproses .lalu keluar tulisan press any key boot from cd , tekan enter
selanjutnya akan tampil tulisan seperti ini :
setup is inspecting your computer 's hardware configuration
...........proses instalasi akan dimulai setelah proses ini
langkah 2
tekan enter untuk memulai instalasi . setelah itu akan muncul pd layar wellcome to setup .ada 3 pilihan
tekan enter apabila ingin menginstal ulang
tekan f3 apabila ingin membatalkannya
Selengkapnya...
0
komentar
Posted in
Label:
Tugas Sekolahku
Bila PC Anda tidak lagi bereaksi setelah dihidupkan selain mengeluarkan bunyi beep—ia sebenarnya ingin menunjukkan pesan kesalahan. Bagaimana menginterpretasikan sinyal-sinyal terpenting dari BIOS tersebut??? Kita kelompokkan bunyi beep tadi berdasarkan tipe bios yang dipakainya:
AMI-BIOS
1x: RAM rusak atau tidak terpasang dengan tepat.
6x: Kesalahan Gate A20 - biasanya menunjukkan keyboard yang rusak.
8x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan tepat dalam slot.
11x: Checksum-Error. Periksalah baterai pada motherboard.
Award-BIOS
1x panjang: Kesalahan RAM, modul tidak duduk dengan tepat.
1x panjang, 2x pendek: Graphic card cacat atau rusak.
1x panjang, 3x pendek: Keyboard rusak atau tidak terpasang (mulai versi 4.5 signal ini menunjukkan kesalahan graphic card).
Tak terputus: RAM atau graphic card tidak ditemukan.
Phoenix-BIOS
1x-1x-4x: BIOS rusak.
1x-2x-1x: Motherboard rusak.
1x-3x-1x: Masalah RAM, modul tidak terpasang dengan baik.
3x-1x-1x: Motherboard rusak.
3x-3x-4x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.
Jadi, kalo lain kali komputer kamu mengeluarkan bunyi beep, tinggal cocokkan bios, dan pasti ketahuan bagian mana yang bermasalah.
Selengkapnya...

